Senin, 30 November 2015

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian

Evaluasi Alternatif sebagai Proses adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. Bila seseorang dihadapkan pada pembelian produk, yaitu antara membeli produk yang satu dan yang lain dengan kesamaan jenis, maka dia ada dalam posisi harus membuat Evaluasi Alternatif sebelum pembelian. Dalam proses evaluasi alternatif, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.

1 Kriteria evaluasi 

Kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk

2.Menentukan alternatif pilihan
Kriteria Evaluasi
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan, kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa criteria eveluasi yang umum adalah:
a. Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
b. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
c. Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
d. Saliensi kriteria evaluasi

Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.

3.Menaksir alternatif pilihan
Dalam penentuan Menaksir Alternatif  Pilihan, ada kalanya harus melihat terlebih dahulu penetuan dalam  Menentukan Alternatif Pilihan suatu produk. Kriteria yang telah di tentukan dalam menentukan alternatif pilihan produk seperti : Pilihan Efektif dan atribut berbasis versus atribut proses pilihan. Kemudian akan memunculkan beberapa alternatif produk,  alternatif  inilah yang digunakan konsumen dalam Menaksir alternatif pilihan. Dalam menaksir suatu alternatif dari pilihan yang ada maka konsumen harus memikirkan resiko yang akan diterima apabila konsumen memilih alternatif tersebut, dan meninggalkan alternatif  lain yang ada.
Ada tiga sudut pandang dalam menganalisis/menaksir alternatif  pilihan keputusan konsumen :
a. Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternatif yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic man.
Setiap konsumen memiliki keterbatasan dalam segi ekonomi, tidak semua konsumen memiliki ekonomi yang lebih, untuk itu konsuemn sendiri harus jeli dalam menyikapi setiap harga dalam pembelian suatu produk.

b. Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai kognitif man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya pada keputusan yang memuaskan.
Dalam memecahkan suatu maslah dalam pembelian, konsumen selalu mengumpulkan berbagai informasi dari setiap jenis harga dengan produk  yang sama, tidak semua produsen menawarkan barang dengan harga yang sama, untuk itu konsumen selalu mencari produk dengan harga yang lebih murah.
c. Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.

Dari sudut pandandang emosiaonal, seseorang selalu berusaha untuk membeli produk yang di inginkan, berapapun harganya pasti produk tersebut akan di belinya. Semua yang menyangkut kepada keinginan, kepuasan terhadap suatu produk semua akan dilakukannya untuk dapat memiliki produk tersebut.

4. Menyeleksi Aturan Pengambilan Keputusan

Dalam mengambil keputusan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang paling utama adalah yang paling maksimal dakam memenuhi berbagai kriteria yang dapat di capai oleh produk. Tingkat tinggi satu atribut tidak dapat mengimbangi tingkat rendah yang lain. keputusan disjungtif aturan dan kata penghubung dapat menghasilkan seperangkat alternatif yang bisa diterima, sedangkan sisanya aturan umumnya menghasilkan satu “terbaik” alternatif.
• Kata penghubung Aturan Keputusan
Aturan keputusan kata penghubung menetapkan standar kinerja minimum yang diperlukan untuk setiap kriteria evaluatif dan memilih yang pertama atau semua merek yang memenuhi atau melebihi standar minimum.
Karena individu memiliki keterbatasan kemampuan untuk memproses informasi, aturan kata penghubung yang sering digunakan untuk mengurangi ukuran tugas pengolahan informasi untuk beberapa tingkat dikelola
• Disjungtif Aturan Keputusan
Aturan keputusan disjungtif menetapkan tingkat minimum kinerja untuk setiap atribut yang penting (sering level yang cukup tinggi). Ketika aturan pengambilan keputusan disjungtif digunakan oleh target pasar, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui konsumen persyaratan pada setidaknya salah satu kriteria kunci.
• Eliminasi oleh aspek Aturan Keputusan
Untuk target pasar menggunakan eliminasi oleh aspek aturan, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui satu atau lebih persyaratan konsumen persyaratan (dalam urutan) dari kriteria yang digunakan dari kompetisi.
• Leksikografis Aturan Keputusan
Aturan pengambilan keputusan leksikografis mirip dengan eliminasi-oleh aspek aturan-. Perbedaannya adalah bahwa aturan leksikografis mencari kinerja maksimum pada setiap tahap, sedangkan eliminasi oleh aspek mencari kinerja yang memuaskan pada setiap tahap.
• Kompensasi Aturan Keputusan

Aturan keputusan kompensasi menyatakan bahwa merek yang tingkatan tertinggi pada jumlah konsumen penilaian dari kriteria evaluatif yang relevan akan dipilih.memiliki tingkat kinerja pada atau di dekat kompetisi pada pentingnya fitur lebih karena mereka menerima lebih berat dalam keputusan daripada atribut lainnya.

Referensi : 
http://windiseptiani94.blogspot.co.id/2015/10/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian.html
https://who21.wordpress.com/2014/11/16/evaluasi-alternatif-sebelum-membeli/


Kamis, 19 November 2015

Proses Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian

Menurut Kotler dan Keller (2007 : 213) yang dialih bahasakan Benyamin Molan memberikan pengertian mengenai perilaku konsumen sebagai berikut: “Perilaku konsumen merupakan studi tentang cara individu, kelompok dan organisasi menyeleksi, membeli, menggunakan dan mendisposisikan barabgatau jasa, gagasan atau pengalaman yang memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka”.
Model perilaku konsumen ditandai adanya interaksi adanya pemasar dengan konsumen. Komponen pusat yaitu pembuatan konsumen yang terdiri dari proses merasakn dan mengevaluasi informasi merek produk, mempertimbangkan bagaimana alternatif merek dapat memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada akhirnya memutuskan merek apa yanga kan dibeli.
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1.     Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2.  Pencarian informasi (information source) Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3.  Mengevalusi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4.  Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian.  Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5.   Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian.
6.   Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya.
7.     Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1.    Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.     Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang  terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.    Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.    Integritas (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Reverensi : http://sheilynurfajriah.blogspot.co.id/2012/10/proses-pengambilan-keputusan.html

Minggu, 11 Oktober 2015

Definisi Prilaku Konsumen

Nama : Indrayana Purbajati
Npm   : 14213101
Kelas  : 3EA31


Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
Peran yang dilakukan tersebut adalah: (1) Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu; (2) Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak; (3) Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya; (4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; (5) User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Kesimpulan : Mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan/Individu adalah memungkinkan perusahaan/Individu memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan dan Tentunya bilamana pelanggan sangat puas akan pelayanan yang di berikan kepada konsumen maka besar kemungkinan si pelanggan akan terus membeli produk atau jasa yang dihasilkan

Sumber : https://taniosutrisno.wordpress.com/2014/09/25/perilaku-konsumen-teori-ciri-ciri-dan-manfaat-perilaku-konsumen/  

Senin, 22 Juni 2015

Tugas Soft Skill Pendidikan Kewarganegaraan

Nama : Indrayana Purbajati
Npm   : 14213401
Kelas  : 2EA31
Dosen : Bapak Muhammad Ali, S.H.I.MAg
Kelompok : 1
Materi : Maraknya Penggunaan Dan Peredaran Ganja Di Kalangan Remaja

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohiim
            Di mulai dengan menyanjung nama dari zat yang maha pengasih, maha kuasa, dan maha pemberi, yaitu ALLAH SWT, karena hanya kepadanyalah kami memohon pertolongan.Penulis bertujuan untuk membuat sebuah karya tulis yang berjudulkan “MARAKNYA PENGGUNA DAN PEREDARAN GANJA DI KALANGAN REMAJA”Sebagai persyaratan tugas softskill yang di berikan oleh Bapak Mohammad Ali, S.H.I,Mag
            Isi karya tulis ini berasal dari data data penelitian yang di peroleh dari wawancara para pengguna ganja dan observasi.dan di tambah pula dari buku buku pustaka.
Dalam hal ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih sebesar besarnya pada seluruh pihak yang telah membantu proses penulisan karya tulis ini.
1.Allah SWT yang telah memberikan anugrah dan kasih sayangnya kepada kami
2.Orang Tua Kami yang telah memberi dorongan untuk mengerjakan Karya ini.
3.Kepada Bapak Dosen Mohammad Ali yang telah memberikan kami tugas agar kami dapat  memperluas wawasan
4.Teman – Teman yang memberikan partisipasi dan dorongannya
Kemudian di karenakan karya tulis ini masing dalam tahap pembelajaran Maka Kami Harap Mohon Maklum Bisa ada kesalahan dalam penyusunan Karya Tulis ini.Dan semoga karya tulis ini bermanfaat dan mempunyai tempat di hati para pembacanya.





                                                           
                                                                                                            Bekasi, 1 Mei 2015


                                                                                                                    Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………… i
KATA PENGHANTAR…………………………………………………………………ii
RINGKASAN……………………………………………………………………………iii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..iv
BAB I              PENDAHULUAN
                        A.Latar Belakang Masalah…………………………………………….4
                        B.Perumusan Masalah…………………………………………………4
                        C.Tujuan Penelitian……………………………………………………4
                        D.Metode Penulisan……………………………………………………5
                        E.Sistematika Penelitian ………………………………………………5
BAB II             KAJIAN TEORITIK
                        A.Defisini Remaja……………………………………………………..6
                        BMasalah Masalah Remaja …………………………………………..6
C.Definisi Narkoba…………………………………………………....6
D.Jenis Jenis Narkoba ………………………………………………..7

BAB III            PEMBAHASAN
                        A.Pengaruh Narkoba Terhadap Kesehatan………………………….9
B.Pengaruh Narkoba Terhadap Moral dan Mental………………….9
C.Pengaruh Narkoba Terhadap Keluarga dan Masyarakat………….9

BAB IV           HASIL PENELITIAN
                        A.Manfaat………………………………………………………….11
                        B.Bahaya…………………………………………………………...12
                        C.Hasil Wawancara Dari Pengguna Ganja………………………...12
BAB V             PENUTUP
                        A,Kesimpulan …………………………………………………..15
                        B.Saran-Saran …………………………………………………..15
C.Daftar Pustaka………………………………………………...16
.





















BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
            Di zaman modernisasi semakin banyak kalangan remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan hingga melewati batas. Sebagian besar kenakalan-kenakalan tersebut tak lain adalah penyalahgunaan narkotika, merokok bahkan sex bebas.
            Saat ini, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat. Masalah ini merupakan masalah bersama antara pemerintah dan masyarakat. Sehingga memerlukan sesuatu strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa yang bersatu padu dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika.
            Pada umumnya, narkotika merupakan ancaman kaum remaja, karena remaja berusia 14-20 tahun sedang mengalami perkembangan fisik, psikologi maupun sosial yang pesat yang dapat menjadi pencetus remaja mencoba, menggunakan bahkan kecanduan terhadap narkotika.
            Tercatat pada tahun 2006/2007 narkotika meyebutkan dari 3,2 juta pengguna narkotika di Indonesia 1,1 di antaranya yaitu pelajar dan mahasiswa, yaitu 40% pelajar SLTP, 35% pelajar SLTA, dan 25% mahasiswa. Hal itu, berarti bahwa saat ini penggunaan narkotika paling banyak berada di kalangan SLTP.
            Di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Para remaja di kota besar tersebut sudah tidak asing lagi dengan obat tersebut.
            Dalam hal ini, keluarga sangat berarti dalam membentuk pribadi seorang anak. Di samping peran serta, lingkungan setempat dan lembaga-lembaga pendidikan yang ada, seorang bapak dan ibu wajib memberi sentuhan rohani dan pemupukan iman kepada anak-anaknya dan jauhkan dari pergaulan bebas.
B. Perumusan Masalah
            1. Banyaknya remaja yang terjerumus memakai narkotika.
            2. Faktor apa yang menyebabdkan para remaja menyalahgunakan obat-obatan terlarang.
            3. Apa jenis narkotika yang sering di pakai.
            4. Dampak negatif apa saja yang di timbulkan dari narkotika.

C. Tujuan Penulisan
            Dari perumusan masalah, yang penulis uraikan di atas. Penulisan dapat menyimpulkan bahwa tujuan yang hendak penulis capai adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui faktor apa yang menyebabkan remaja terjerumus pada narkotika.
2. Mengetahui berbagai jenis narkotika.
3. Mengetahui dampak apa saja yang di timbulkan dari pemakaian narkotika.
D. Metode Penelitian
            Metode yang di gunakan penulis dalam penyusunan karya tulis ini yaitu data kualitatif yang di sajikan menjadi beberapa bagian sebagai berikut :
Teknik pengumpulan data
            Untuk memperoleh pengumpulan data dari penelitian ini, penulis menggunakan teknik-teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi.
a. Wawancara
    yaitu metode yang sering di gunakan untuk karya tulis dengan cara melakukan tanya jawab kepada pihak yang bersangkutan yang di anggap dapat membuat data akurat dan berbagai macam informasi atau fakta dari suatu objek penelitian.
b. Observasi
    yaitu metode pengumpulan data yang di gunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan, pencatatan dengan sistematik fenomena alam yang di selidiki. Dengan metode ini, penulis dapat dengan mudah mengetahui maraknya peredaran dan penggunaan ganja di kalangan masyarakat.
E. Sistematika Penulisan
            Penulis mengurutkan karya tulis ini menjadi beberapa bab, antara lain :
a. Bab I            : PENDAHULUAN. Dalam bab ini di uraikan tentang pendahuluan yang meliputi  latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematka penulisan.
b. Bab II          : KAJIAN TEORITIK. Yang meliputi Definisi Remaja, Masalah-masalah Remaja, Definisi Narkoba, Jenis-jenis Narkoba .
c. Bab III         : PEMBAHASAN. Dampak Narkoba Terhadap Kesehatan, Dampak Terhadap Moral dan
Mental,Dan Dampak Narkoba Terhadap Keluarga dan Masyarakat.
d. Bab IV         : HASIL PENELITIAN., Manfaat , Bahaya , Hasil Wawancara Dari Pengguna Ganja
e. Bab V          : PENUTUP. Kesimpulan,Saran,Daftar Pustaka


BAB II
KAJIAN TEORITIK
A. Definisi Remaja
            Remaja adalah sekelompok anak yang dalam masa pertumbuhan menuju jenjang kedewasaan
B. Masalah-masalah Remaja
Remaja adalah masa dimana emosi seorang remaja tidak stabil atau sering di sebut
Labil. Para remaja sering dihadapi dengan berbagai masalah yang sering tidak
terselesaikan. Dari masalah tersebut,remaja bisa saja merasa stress bilan di landa
masalah yang tak kian selesai.kurangnya perhatian orang tua juga menjadi factor
utama remaja menggunakan atau beralih ke narkotika. Jika di bahas secara konpleks permasalah remaja tidak akan selesai di bahas.
C.Definisi Narkoba
1.      Definisi Narkoba Secara Global
Narkoba Singkatan dari Narkotika dan Obat Obatan berbahaya,sebagian orang ada pula yang menyebutnya napza yang berati narkotika,alcohol,Psikotropika,dan zat aktif lainnya. Semua isitilah napza dan narkoba pada dasarnya sama,yaitu sekelompok zat yang mempunyai resiko berhaya bagai pemakainya yaitu adiksi yang berate kertergantungan atau kecanduan.
Awalnya tanaman candu sering digunakan bangsa sumeria untuk membius pasien.namun,seiring berkembangannya zaman tanaman tersebut bukan lagi di gunakan untuk obat pereda rasa sakit,melainkan untuk bersenang senang.ini merupakan masalah serius karena di samping merusak masa depan dan kesehatan pemakai juga berdampak pada masalah moral,ekonomi,lingkungan.
2.Definisi Narkoba Menurut Departemen Kesehatan
Menurut pakar kesehatan , narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak koprasi. Masyarakat dulu telah mengenal jenis narkoba yaitu mandate sebagai sebutan candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman POPPY yang banyak tumbuh disekitar Thailand,Myanmar,laos maupun dipakistan dan diafganistan.

3.Narkoba Menurut UUD 1945
Negara Indonesia merupakan Negara hukum yang disebut undang undang dasar 1945. Semua permasalahan hukum dan peraturan ditata sedemikian lupa didalam undang undang 1945 yang bersifat tertulis setelah departemen kesehatan telah mengulas devinisi narkoba, sekarang waktunya undang undang yang berbicara mengenai hal serupa.
Dalam undang undang  republik Indonesia nomor 35 tahun 2009
D. JENIS-JENIS NARKOBA
Zat Adiktif adalah bahan atau zat bukan narkotika dan psikotropika seperti alcohol atau etanol atau methanol,tembakau,gas yang di hirup maupun zat larut.Sering kali pemakaian rokok atau alcohol pada kelompok remaja (4s/d20th) harus di waspadai orang tua karena umumnya pemakaian zat tersebut menjadi pintu penyalagunakan narkoba lain yang lebih berbahaya seperti :
1.Morfin
Merupakan zat aktif narkotika yang di peroleh dari candu melalui pengolahan secara kimia.umumnya mengandung 0% morfin . cara pemakaiannya di suntik di bawah kulit,kedalam otot atau pembulu darah.efeknya : mual , muntah , sulit buang air besar.
2.Heroin
Merupakan golongan narkotika semisintesis yang di hasilkan atas pengolahan morfin secara kimiwi sehingga di peroleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 90%.setelah memakai heroin,timbul rasa kesibukan yang sangat cepat 30 s/d 60 detik di ikuti dengan rasa menyenangka seperti mimpi yang penuh kedamaikan dan penuh kepuasan atau ketenangan hati.
3.Ganja
Berasal dari tanaman Kenabis Sativa dan Kenabis Indica.pada tanaman ini tekandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokarbinol,kanabinol,dan kanabidiol.cara penggunaannya di hisap dengan cara di padatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
4.Kokain
Kokain mempunyai dua bentuk yakni bentuk asam ( kokain hidroklorida) dan bentuk basah ( freebase) kokain asam berupa Kristal putih rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut di banding bentuk basah dan tidak berbau.Kokain disalagunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapaa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar,kemudian di hirup menggunakan penyedut atau gulungan kertas
5.Sedatif ( Obat Penenang )
Cara pemakaian dapat di minum,di suntik imravena , dan melalui dubur. Ada yang minum mencapai lebih dari 30 tablet sekalipun dosisnya mematikan atau letal tidak di ketahui dengan pasti.Efek dari Obat Tersebut menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila di suntik menambah resiko terinfeksi HIV.AIDS dan hepatitis B dan C akibat pemakaian jarum bersama obat tidur / hipotikum terutama gololangan barbiturate dapat di salagunakan misalkan sekonal.
6.Alkohol
Merupakan suatu zat yang paling sering di salagunakan.Dan di Bagi menjadi 3 golongan beralhokol yaitu golongan Bir (0s/d5%),Anggur atau Wine (5s/d20%),dan Whiskey (20s/d45%).
BAB III
PEMBAHASAN

A.Dampak Narkoba Terhadap Kesehatan
Pada Kondisi tertentu atau akibat overdosis akan menjadikan beberapa organ tubuh tidak berfungsi dan hal ini dapat mengakibatkan kematian.pengaruh lain yang di akibatkan pengguna ganja adalah gangguan terhadap alat reproduksi yaitu gangguan pada endoktrin,seperti penurunan fungsi hormone reproduksi ( estrogen,progesterone,dan testosterone), dan serta gangguan fungsi social.
Pecandu akan merasakan seringnya sakit kepala , mual mual , suhu tubuh meningkat , pengecial hati dan susah tidur . Bahkan pada alat reproduksi perempuan bisa terjadi perubahan masa mestruasi , ketidak teraturan dan amenorhoe ( Tidak Haid ).
B.Dampak Terhadap Moral dan Mental
Pemakaian narkoba menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak, syaraf, pembuluh darah, darah, tulang, dan seluruh jaringan pada tubuh manusia.
Semua penderitaan yang dialami akibat penyakit seperti itu mendatangkan perubahan sikap, sifat, dan perilaku. Pemakai narkoba berubah menjadi tertutup karena malu akan dirinya, takut mati, atau takut perbuatannya diketahui. Karena menyadari buruknya perbuatan yang ia lakukan, pemakai narkoba berubah menjadi pemalu, rendah diri, dan sering merasa sebagai pecundang, tidak berguna, dan sampah masyarakat.
Sebagai akibat dari adanya 3 sifat jahat narkoba yang khas, pemakai narkoba berubah menjadi orang yang egois, ekslusif, paranoid (selalu curiga dan bermusuhan), jahat (psikosis), bahkan tidak peduli terhadap orang lain (asosial).
Karena ‘tuntutan’ kebutuhan fisik tersebut, sangat banyak pemakai narkoba yang mental dan moralnya rusak. Banyak yang terjebak menjadi pelacur, penipu, penjahat, bahkan pembunuh. Ditunjang oleh kondisi fisik yang semakin buruk dan lemah, pemakai narkoba berubah menjadi pemalas. Karena malas, ia tidak berkembang dan menjadi bodoh. Karena bodoh dan boros, ia akan menjadi miskin. Orang miskin yang mempunyai kebutuhan mahal akan berubah menjadi jahat.
C.Dampak Terhadap Keluarga dan Masyarakat ,
Pemakai narkoba tidak hanya mengalami gangguan kesehatan fisik karena kerusakan fungsi organ, tetapi juga karena datangnya penyakit menular. Selain itu, kerusakan yang tidak kalah bahayanya adalah gangguan psikologis serta kerusakan mental dan moral. Masalah yang serig terjadi pada pemakai narkoba, yaitu:

a .Masalah Psikologis
b.Masalah Ekonomi/Keuangan
c.Maslah Kekerasan dan Kriminalitas
























BAB IV
HASIL PENELITIAN
Pada penelitian ini peneliti mengambil data dengan cara wawancara dari beberapa orang yang tinggal di daerah jakarta barat deskripsi lokasi  tepatnya daerah kp. Warung arem kelurahan sumber jaya Rt.03/03 dan daerah  pondok gedepermai. Jln moerai blok b14 no. 21 Rt 07/08 kecamatan jatiasih kelurahan jatirasa. pada kedua daerah ini penulis bertujuan untuk membandingkan hasil maraknya pengguna dan pengedaran ganja di kalangan remaja.
Maka setelah kami melakukan penelitian mengenai apa saja penyebab para remaja menggunakan barang tersebut di karenakan dapat menghilangkan stress dan membawa para pengguna merasa bahagia terbukti dari hasil wawancara kami 90% menjawab dengan maksud hal yang sama. Peneliti merangkum bawa 70% para pengguna mencoba barang tersebut pada usia memasuki usia pubertas.
Dan kami pun melontarkan pertanyaan tentang siapa yang memperkenalkan para pengguna untuk mencoba menggunakan barang tersebut? Dari hasil wawancara peneliti menemukan 80% para responden menjawab bahwa yang memperkenalkan pada barang tersebut adalah teman sepergaulan dan ternyata pergaulan dikalangan remaja sangatlah mempengaruhi terbentuknya karakter pada remaja itu sendiri.
Di daerah Jakarta barat sebagian remaja menjadikan barang tersebut sebagai ladang bisnis yang menghasilkan keuntungan yang besar cara pengedarannya adalah melalui teman sepergaulan dengan cara benegosiasi tentunya selisih antara harga jual dan harga beli sangatlah tinggi sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar,saat kami bertanya apakah ada yang tidak ingin membeli karena harga nya terlalu mahal? seorang remaja berinisial Y menjawab bahwa ini adalah barang berkimia bagus yang sangat digemari jadi dari pada cari sana sini mending sama teman sendiri mudah di dapat harga bukan jadi masalah. Dari percakapan tersebut peniliti menyimpulkan bahwa bisnis semancam barang seperti ini memang mengahsilkan untung yang besar dan tentu tak luput dari resiko
Namun berbeda dengan para remaja di daerah pondok gede mereka menjadikan hal tersebut adalah hal yang biasa dan ini bukan menjadi masalah pada lingkungan mereka. Karena mereka menggunakan barang tersebut hanya ingin relax dan santai kebanyakan dari mereka memilih menggunakannya di dalam kamar atau di rumah teman mereka.
Dari data yang dihasilkan dapat membuat data akurat tentang maraknya pengguna dan peredaran ganja di kalangan masyarakat. Pada setiap produk terdapat manfaat dan kerugian yang berdampak  pada pemakai berikut penulis menjabarkan manfaat dan kerugian
a. manfaat
·         .kecemasan
Peneliti dari haryard medical school menemukan bahwa ganja memiliki efek yang bisa membantu menenangkan cemas dalam pengguna dosis yg tepat
·         Arthritis
Ganja dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri
·         Glaucoma
·         Kesehatan paru-paru
Untuk mengetahui bahaya dari memakai ganja dapat dikaji secara terperinci dari dampak-dampak yang timbul seperti susah untuk berkonsentrasi, pergaulan bebas, tubuh menjadi malas, tidak bisa mengontrol diri hal ini dapat disebab kan dikarena zat-zat yang masuk keedalam tubuh dalam jumlah berlebih dan jika berhenti dapat mengakibatkan kecanduan
a.       Hasil Wawancara dari Pengguna Ganja
Penulis mewawancara beberapa pengguna yang mungkin disamarkan namanya untuk dapat membuat data semakin akurat. Penulis mewawancara para pengguna pada tanggal 1 mei 2015 dengan cara melontarkan pertanyaan pertanyaan
·         Sejak kapan anda menggunakan ganja?
·         Sejak umur berapa anda menggunakan ganja?
·         Siapa yang memperkenalkan anda pada barang tersebut?
·         Motiv dasar apa anda menggunakan barang tersebut?
·         Dari mana anda mendapatkan ganja?
·         Dimana anda menggunakan ganja tersebut?
berikut adalah hasil wawancara.
Pertanyaan.
Orang pertama
1.      Sejak kapan anda menggunakan ganja ?
Jawab (rembulan) disamarkan
Sejak tahun 2014 tepatnya bulan desember
2.      Sejak umur berapa anda menggunakan ganja ?
Jawan (rembulan) disamarkan
Sejak umur 19 tahun saat lulus SMA
3.      Siapa yang memperkenalkan anda dengan barang tersebut ?
Jawab (rembulan) disamarkan
Dari teman bermain, saya sering nongkrong dan teman saya membujuk saya untuk mencoba barang tersebut dan lama kelamaan saya ketagihan.
4.      Motiv dasar apa anda menggunakan barang tersebut ?
Jawab (rembulan) disamarkan
Karena membuat saya relax,happy dan menggurangi stress dan beban.
5.      Dari mana anda mendapatkan ganja?
Jawab ( rembulan ) disamarkan
Saya membelinya dari teman saya yang mempunyai stock ganja atau saya memberikan uang keteman saya dan teman saya yang bernegosiasi dan berinteraksi dengan bandar.
6.      Dimana anda menggunakan ganja tersebut ?
Jawab ( rembulan ) disamarkan
Jika saya sedang ingin memakai ganja saya melakukannya dirumah teman saya.
7.      Apakah anda tidak takut ketauan oleh orang tua teman anda?
Jawab ( rambulan ) disamarkan
Tidak karena saya melakukannya saat rumah sepi atau dikamar teman saya.



Orang kedua
1.      Sejak kapan anda menggunakan ganja ?
Jawab ( awan ) disamarkan
Sejak lulus SMA
2.      Sejak umur berapa anda menggunakan ganja ?
Jawab ( awan ) disamarkan
Umur 19  tahun sampai sekarang
3.      Siapa yang mengenalkan anda dengan ganja ?
Jawab (awan ) disamarkan
Teman saya sendiri
4.      Motivasi dasar apa anda menggunakan ganja ?
Jawab (awan) disamarkan
Karena paksaan dan bujukan teman untuk mencoba
5.      Dari mana anda mendapatkan ganja ?
Jawab (awan) disamarkan
Saya membeli atau bertemu dengan bandar atau teman saya
6.      Dimana anda menggunkan ganja ?
Jawab (awan) disamarkan
Dirumah teman-teman dan dirumah saya sendiri (awan)

Orang ketiga
1.      Sejak kapan anda menggunakan ganja ?
Jawab ( bintang) disamarkan
Baru belakangan ini sekitar bulan desember
2.      Sejak umur berapa anda menggunakan ganja ?
Jawab (bintang) disamarkan
Umur 19 tahun
3.      Siapa yang memperkenalkan anda dengan ganja ?
Jawab (bintang) disamarkan
Teman main
4.      Motiv dasar apa anda menggunakan ganja ?
Jawab ( bintang) disamarkan
Karena membuat saya relax,happy dan menggurangi setres
5.      Dari mana anda mendapatkan ganja ?
Jawab (bintang) disamarkan
Memberikan uang kepada teman yang mengenalkan dia dengan barang terlarang tersebut lalu temannya yang bernegosiasi
6.      Dimana anda menggunakan ganja?
Jawab (bintang) disamarkan
Rumah teman apakah anda tidak takut ketauan oleh orang tua teman anda ? tidak, karena saat rumah sepi saya baru memakai ganja atau saya memakai ganja dikamar.

Orang keempat
1.      Sejak kapan anda menggunakan ganja ?
Jawab (bewok) disamarkan
Saya menggunakan ganja sejak 2001 dan berenti menggunakan ganja sejak tahun 2010
2.      Sejak umur berapa anda menggunakan ganja ?
Jawab (bewok) disamarkan
Saya menggunakan ganja sejak SMA sejak umur 18 tahun dan berenti sejak umur 22 tahun hampir 4 tahun saya menggunakan ganja
3.      Siapa yang memperkenalkan anda dengan ganja ?
Jawab ( bewok) disamarkan
Teman saya sendiri ya mungkin akibat pergaulan bebas
4.      Motiv dasar apa menggunakan ganja ?
Jawab (bewok) disamarkan
Ganja hanya untuk bersenang-senang dan tidak memikirkan beban
5.      Dari mana menggunakan ganja ?
Jawab (bewok) disamarkan
Dari teman saya dan saya mengambil barang tersebut dengan cara mengumpat-upat biar tidak ketauan orang-orang
6.      Diamana anda menggunakan ganja ?
Jawab (bewok) disamarkan
Saya menggunakan ganja didalam rumah atau kamar








BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
            Narkoba Merupakan singkatan dari obat obat berbahaya.Narkoba sendiri dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran , hilang rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri , dan dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya.
            Sering Kali yang terlibat dalam kasus narkoba adalah pelajar.dimana masa ini merupakan masa produktif.sedangkan kebanyakan dari usia pelajar sudah banyak yang mencicipi narkoba , dan itu artinya dapat merusak generasi dan masa depan bangsa.
Terjadinya penyalagunaan ganja pada generasi muda Maupun remaja,tidak bisa lepas dari masalah kurang baiknya komusikasi dari orang tua dan pergaulan bebas yang tidak ke control.
B.Saran
            Pemakaian Ganja Bisa di Hindarkan dari diri sendiri menanamkan keinginan kuat untuk tidak penasaran / mencoba barang tersebut.Sebenarnya Kunci Utama dari menghidari pemkaian Ganja itu dengan cara menghindari Rokok , karena rokok merupakan pintu gerbang utama dari Rasa penasaran untuk menggunakan Ganja Tersebut.
            Jika seseorang sudah terlanjur menjadi pecandu narkoba , maka upaya yang harus di lakukan adalah membantunya agar sembuh dari ketergantungan obat.Saat ini sudah banyak pengobatan – pengobatan tang menangani permasalahan narkoba. Seperti tempat rehabilitas dan terapi-terapi medis , psikis maupun religi.
            Sebenarnya pemerintah sudah banyak melakukan upaya pencegahan narkoba. Antara lain dengan membuat undang undang mengenai narkoba dan memberikan sanksi serta di jerat hukuman mati bagi pengedar.
            Akan tetapi semua itu tidak akan berfungsi, apabila pemerintah selalu pandang bulu terhadap hukum.seharusnya pemerintah lebih menegaskan lagi hukuman hukuman bagi orang yang terkait dengan narkoba . dan jika tidak di mulai dari diri sendiri untuk mengatakan tidak terhadap narkoba maka akan sulit untuk menghindarinya.






DAFTAR PUSTAKA
Aceng, Ugan , T. 2008 . Bahaya Napza Bagi Remaja.Bandung : CV. Alfarisi Putra.
Burhan , Bungin. 2009 . Penelitian Kualitatif. Jakatra : KEncana Predana Media Group.
Haqani , Lukman . 2003. Musuh Yang menjadi idola . Bandung : Mujahid Press.
Karsono, Edy.2004 . Mengenal Kecanduan Narkoba dan Minuman Keras. Bandung : Yrama Widya.
Warsidi , Edi . 2006 . Mengenal Bahaya Narkoba . Bandung :Grafindo.



















MARAKNYA PENGGUNA DAN PEREDARAN GANJA DI KALANGAN REMAJA

Karya Tulis Ini Di Ajukan Sebagai Tugas SoftSkill Mahasiswa
Gunadarma Kelas 2EA31
 








Oleh :
Andiani Pertiwi
Firyal Afifah
Indrayana P
Isma Sawitri
Lilyana Handayani
Nisa Herdila
Rizky Nurwansyah
Sayfah



Universitas Gunadarma

2013/2014